Pengorganisasian struktur kurikulum mengatur tentang muatan lokal, kompetensi, dan beban belajar. Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan pembelajaran. Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan beban belajar.
Dalam kurikulum merdeka, pembelajaran dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan utama, yaitu pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler. Adapun kegiatan pembelajaran lainnya adalah ekstrakurikuler dan muatan lokal sebagai tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan dan/atau daerah.
Oleh karena itu, SMP Salafiyah mengorganisasikan pembelajaran ke dalam bentuk struktur kurikulum yang meliputi:
- Pembelajaran Intrakurikuler
Pembelajaran Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh peserta didik, meliputi muatan mata pelajaran dan muatan lokal umum dan agama sebagai tambahan. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh SMP Salafiyah adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PAIBP), Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, Mapel Pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta mata pelajaran muatan lokal (Bahasa Daerah yaitu Bahasa Jawa).
Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal di SMP Salafiyah sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Tengah, yaitu Bahasa Jawa dan ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal agama khas Salafiyah (Mulok agama khas Salafiyah), yaitu Al Qur’an, Tafsir, Hadits, Fiqih, Tauhid, Tarikh, Aswaja, Bahasa Arab, Nahwu-Shorof, Balaghoh, Faroidl, Mustholah Hadits.
Strategi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Tengah yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran bahasa daerah di ajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif, rekreatif, dan komunikatif.
Pembelajaran bahasa Jawa diarahkan supaya peserta didik memiliki kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya daerah.
Pembelajaran pada SMP Salafiyah menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk contohnya buku, artikel, antologi puisi atau publikasi digital.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan syntak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan.
Adapun muatan kurikulum pada pembelajaran intrakurikuler disajikan pada tabel berikut :
|
Mata Pelajaran |
Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun |
Total JP Per Tahun |
| PAIBP | 72 (2) | 36 | 108 |
| Pendidikan Pancasila | 72 (2) | 36 | 108 |
| Bahasa Indonesia | 180 (5) | 36 | 216 |
| Matematika | 144 (4) | 36 | 180 |
| IPA | 144 (4) | 36 | 180 |
| IPS | 108 (3) | 36 | 144 |
| Bahasa Inggris | 108 (3) | 36 | 144 |
| PJOK | 72 (2) | 36 | 108 |
| Informatika | 72 (2) | 36 | 108 |
| Seni, Budaya, dan Prakarya | 72 (2) | 36 | 108 |
| Bahasa Jawa | 72 (1) | ||
| Al Qur’an | 36 (1) | ||
| Tafsir | 36 (1) | ||
| Hadits | 72 (2) | ||
| Fiqih | 72 (2) | ||
| Tauhid | 36 (1) | ||
| Tarikh | 36 (1) | ||
| Aswaja | 36 (1) | ||
| Bahasa Arab | 72 (2) | ||
| Nahwu-Shorof | 72 (2) | ||
| Balaghoh | 36 (1) | ||
| Faroidl | 36 (1) | ||
| Mustholah Hadits | 36 (1) |
|
Mata Pelajaran |
Alokasi Intrakurikuler Per Tahun | Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun |
Total JP Per Tahun |
| PAIBP | 72 (2) | 36 | 108 |
| Pendidikan Pancasila | 72 (2) | 36 | 108 |
| Bahasa Indonesia | 180 (5) | 36 | 216 |
| Matematika | 144 (4) | 36 | 180 |
| IPA | 144 (4) | 36 | 180 |
| IPS | 108 (3) | 36 | 144 |
| Bahasa Inggris | 108 (3) | 36 | 144 |
| PJOK | 72 (2) | 36 | 108 |
| Informatika | 72 (2) | 36 | 108 |
| Seni, Budaya, dan Prakarya | 72 (2) | 36 | 108 |
| Bahasa Jawa | 72 (1) | ||
| Al Qur’an | 36 (1) | ||
| Tafsir | 36 (1) | ||
| Hadits | 72 (2) | ||
| Fiqih | 72 (2) | ||
| Tauhid | 36 (1) | ||
| Tarikh | 36 (1) | ||
| Aswaja | 36 (1) | ||
| Bahasa Arab | 72 (2) | ||
| Nahwu-Shorof | 72 (2) | ||
| Balaghoh | 36 (1) | ||
| Faroidl | 36 (1) | ||
| Mustholah Hadits | 36 (1) |
Untuk mengoptimalkan pengembangan potensi, bakat dan minat peserta didik, SMP Salafiyah menyelenggarakan Program Peminatan yang terdiri dari Kelas Takhassus Tahfidzul Qur’an, Kelas Takhassus Diniyah dan Kelas Takhassus Akademik.
- Kelas Takhassus Tahfidzul Qur’an
Diperuntukkan bagi peserta didik program reguler yang berminat kuat dan berkemampuan untuk menghafalkan Al-Qur’an
- Kelas Takhassus Diniyah
Diperuntukkan bagi peserta didik program reguler yang berminat kuat dan berkemampuan untuk menambah ilmu agama melalui kajian kitab-kitab kuning termasuk kitab ilmu alat (nahwu dan shorf) guna memberikan bekal lebih bagi peserta didik yang akan meneruskan pendidikan di pondok pesantren
- Kelas Takhasus Akademik
Diperuntukkan bagi peserta didik program reguler yang berminat kuat dan berkemampuan lebih di bidang akademik yang dipersiapkan untuk mengikuti olimpiade/kompetisi sain dan bagi peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan di SMA/SMK/MA unggulan dengan seleksi akademik yang ketat.
Program peminatan ditawarkan kepada calon peserta didik pada saat seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui tes khusus sesuai kelas yang dipilih
Kelas takhassus, baik tahfidz, diniyah, maupun akademik, dilaksanakan setelah pembelajaran reguler selesai, yaitu mulai pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00.
- Pembelajaran Kokurikuler
Pembelajaran kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Pembelajaran kokurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam implementasi kurikulum merdeka, pembelajaran kokurikuler sekurang-kurangnya dilaksanakan dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. Di jenjang SMP, dalam satu tahun ajaran minimal melaksanakan 3 projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pada tahun ajaran 2024/2025 ini, SMP Salafiyah akan melaksanakan 3(tiga) projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk 3 jenjang yaitu kelas VII, VIII, dan IX, karena mulai tahun ajaran 2024/2025 SMP Salafiyah sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka di semua jenjang. Dua projek akan dilaksanakan di semester gasal dan satu projek sisanya dilaksanakan di semester genap. Adapun tema projek yang diambil adalah Kearifan lokal, Suara Demokrasi, dan Kewirausahaan.
Projek yang pertama mengambil tema Kearifan Lokal dengan topik Penguatan Tahfidzul Qur’an dan Ibadah Yaumiyah. Projek ini dilaksanakan untuk semua jenjang kelas VII, VIII, dan IX. Adapun dimensi profil pelajar Pancasilanya adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri dan bergotong royong. Projek pertama ini dilaksanakan secara blok, yaitu dari tanggal 23 Agustus sampai dengan 3 September 2024.
Untuk projek Tahfidzul Qur’an, materi hafalan kelas VII adalah QS An Naas sampai QS Al Muthofifin, kelas VIII adalah QS. Al Ingfitor sampai QS An Naba’, sedangkan materi hafalan kelas IX adalah QS Yaasiin, ayat kursi, dan QS Al Baqoroh 3 ayat terakhir. Adapun untuk materi projek Ibadah Yaumiyah adalah kelas VII praktik wudhu dan tayamum, sedangkan kelas VIII dan IX praktik sholat subuh.
Projek yang kedua mengambil tema Suara Demokrasi dengan topik Pesta Demokrasi di sekolahku. Projek ini direncanakan dilaksanakan pada bulan Oktober minggu pertama. Pada projek yang kedua ini sekaligus digunakan untuk pemilihan ketua OSIS SMP Salafiyah masa bakti 2024-2025.
Projek yang ketiga dengan tema Gaya hidup berkelanjutan yang diperuntukkan bagi kelas 7, 8, dan 9. Pada projek ketiga ini akan dikembangkan sikap pola hidup bersih, sehat, peduli lingkungan dan sampah, serta solusi pengolahan sampah melalui ecobrick dan inovasi pengolahan sampah lainnya sehingga diharapkan akan ada produk yang dihasilkan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Projek yang dilaksanakan merupakan kolaborasi antar mata pelajaran dengan dengan keterlibatan semua guru mata pelajaran umum, dengan satu orang sebagai koordinator fasilitator projek.
Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan mengacu pada model pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Langkah Kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini antara lain: 1) Mengambil topik yang sesuai denga realitas dengan mentukan pertanyaan mendasar untuk memulai proyek; 2) Mendesain pelaksanaan proyek ;3) Menyusun jadwal proyek;4) memonitor peserta didik dan kemjuan proyek ;5) Menguji Hasil; 6) Mengevaluasi pengalaman yang sudah diperoleh oleh peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran, pembina dan wali kelas dengan tetap melibatkan orang tua baik secara langsung maupun tidak langsung. Pihak sekolah mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek tersebut.
- Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler ada 2 macam yaitu ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib yaitu kepramukaan dan ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan dan diselenggarakan sesuai bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ektrakurikuler kepramukaan wajib diikuti seluruh peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan secara blok, aktualisasi dan regular. Kegiatan ekstra wajib untuk pendidikan kepramukaan sebagai suplemen pencapaian profil pelajar Pancasila. Ekstrakuriler wajib kepramukaan ini wajib diikuti oleh semua peserta didik (kleas VII, VIII, IX) dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran tiap minggu.
Sedangkan ekstrakurikuler pilihan diikuti oleh peserta didik kelas VII, dan VIII, alokasi waktunya setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan pada siang/sore hari. Kegiatan ekstrakurikuler bersifat dinamis sesuai dengan input dan bakat minat peserta didik, sehingga mampu menggali potensi peserta didik.
Rincian detail ekstrakurikulum bisa dilihat pada menu KESISWAAN