Website Resmi SMP SALAFIYAH KOTA PEKALONGAN

Hasil TKA 2026: SMP Salafiyah Pekalongan Cetak Capaian Literasi dan Numerasi yang Menggembirakan

SMP Salafiyah Kota Pekalongan resmi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Dari total 228 peserta, peta capaian yang tergambar dalam Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA) menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, sekaligus membuka ruang evaluasi yang konstruktif bagi sekolah.

Numerasi: Hafiz Aris Atmaka Raih Nilai Tertinggi
Dalam bidang Matematika, Hafiz Aris Atmaka tampil sebagai peraih nilai tertinggi di lingkungan sekolah dengan skor 80,00 — masuk kategori “Baik”. Di belakangnya, Muhamad Abal Ma’aly dan Nerisa Nibros Rachman menyusul dengan nilai 73,33, sementara Muhammad Rafa Maulana dan Zahrotun Najihah meraih nilai 70,00.

Secara keseluruhan, potret numerasi sekolah didominasi oleh kategori “Memadai” yang mencapai 67,50% (154 siswa), sementara kelompok “Baik” berada di angka 11,00% (25 siswa), dan kelompok yang masih “Kurang” sebesar 21,50% (49 siswa).

Mayoritas murid berada di kategori “Memadai”, menandakan kemampuan penalaran logis yang mulai terbangun secara terstruktur. Namun, angka 21,50% di kategori “Kurang” menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti.

Literasi: Tiga Murid Raih Nilai Sempurna 96,67
Performa jauh lebih impresif ditunjukkan pada bidang Bahasa Indonesia. Tiga murid — Aqila Azifatillah, Muhamad Abal Ma’aly, dan Syarikha Khusna Wijayaputri — berhasil meraih nilai tertinggi 96,67 dengan predikat “Baik – Istimewa”, mencerminkan kemampuan analisis teks yang sangat tajam.

Sejumlah murid lain juga tampil impresif:
• Nilai 93,33: Alviana Putri Erza, Minati Syatwa Putri, Nafi’ul Qonita, Rayyi Bagus Rizqi, dan Wildan Muhammad Alma Karim
• Nilai 90,00: Alisa Dea Pramadisty, Irsyad Anugerah, M. Syafi’ul Alam, Nayla Amiratul Syakira, dan Yasyfin Wafi Ahmad

Jika ditinjau dari sebaran persentase sekolah, kemampuan literasi menunjukkan performa luar biasa di mana 3 siswa masuk kategori “Baik – Istimewa”, 42,99% (95 siswa) masuk kategori “Baik”, 50,00% (114 siswa) masuk kategori “Memadai”, dan hanya 7,01% (16 siswa) yang berada di kategori “Kurang”.

Lebih dari 92% murid berada di kategori “Memadai” ke atas — sebuah capaian yang patut disyukuri di bidang literasi.

Kunci Keberhasilan: Sinergi Guru dan Asesmen Diagnostik
Pihak sekolah menyebutkan beberapa faktor yang berkontribusi pada capaian ini, antara lain:
• Program bimbingan belajar terstruktur yang dijalankan secara konsisten
• Pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di kelas
• Sinergi antar guru mata pelajaran melalui asesmen diagnostik berkala untuk memetakan kelemahan murid secara individual

Evaluasi dan Langkah ke Depan
Meski hasil secara umum menggembirakan, pihak SMP Salafiyah menegaskan bahwa data ini juga menjadi bahan evaluasi internal. Kelompok murid yang masih berada di kategori “Kurang” — terutama dalam bidang numerasi — akan mendapat pendampingan melalui program remedi yang lebih personal dan terarah pada semester mendatang.

Capaian TKA 2026 ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menjaga dan meningkatkan tradisi mutu akademik yang telah terbangun, serta menegaskan bahwa tantangan belajar di kelas bukan penghalang untuk melahirkan generasi yang unggul.

Laporan ini disusun berdasarkan data DKHTKA resmi SMP Salafiyah Kota Pekalongan Tahun 2026

Tinggalkan komentar